S E M A K I N B A N Y A K P E R A J I N A H L I W A N I T A , S E M A K I N B A I K Pola peran masih tetap ada Akan tetapi, peran tersebut masih didistribusikan dengan cara yang bersifat tradisional. Saat memilih program studi, “wanita dan pria masih sering mengikuti panutan sesuai jenis kelamin,” menurut IW. Mereka masih kurang terwakili di sek- tor yang secara tradisional didominasi kaum pria, seperti konstruksi atau bengkel. Ada pengecualian juga di sini: Misalnya, di bidang teknik otomotif, pemotongan daging, dan pembersihan gedung, kini ada lebih banyak wanita yang bekerja daripada sebelumnya. Perkembangan Pekerjaan Hijau Secara umum, proporsi perajin wanita meningkat, terutama pada profesi yang terus-menerus kekurangan pekerja te- rampil. Hal ini berlaku, misalnya, pada pekerjaan yang terka- it dengan transisi energi, seperti teknisi listrik konstruksi, teknisi bagian pemipaan, pemanas dan pendingin ruangan, serta perajin atap. Hal ini menunjukkan: Wanita menjadi fak- tor penting dalam mengatasi kekurangan pekerja terampil – dan kini juga sangat dicari. Menurut Asosiasi Pusat Keterampilan dan Kerajinan Jerman, saat ini diperkirakan ada 200.000 lowongan kerja di bidang keterampilan dan kerajinan. Wanita bisa memainkan peran yang kian penting sebagai bagian dari solusi atas kekurang- an pekerja terampil. Oleh karena itu, ZDH terlibat aktif dalam berbagai inisiatif dan kampanye untuk menarik lebih banyak wanita ke bidang keterampilan dan kerajinan serta untuk menginspirasi kaum wanita muda agar mengikuti pelatihan kejuruan ganda di bidang keterampilan dan kerajinan sedini mungkin pada fase orientasi dan konseling karier. Bebaskan pikiran Anda dari stereotip ZDH menyatakan: “Sudah bukan masanya berpikir dalam kotak.” Mereka mencoba mendobrak stereotip melalui media sosial, internet, dan kampanye, terutama untuk membangkit- kan minat kaum wanita terhadap bidang keterampilan dan kerajinan. Foto dan video singkat yang diproduksi secara menarik memperkenalkan para wanita yang menunjukkan rasa gembira yang diperoleh dari profesi mereka dan betapa menariknya bekerja di bidang keterampilan dan kerajinan. Bersama dengan Kamar Dagang Keterampilan dan Kerajin- an, ZDH juga mendukung pertemuan jejaring nasional secara berkala untuk menghadirkan lebih banyak wanita ke bidang keterampilan dan kerajinan. Selain itu, ada berbagai jaringan, proyek, dan inisiatif de- ngan satu tujuan: untuk lebih memperkuat peran wanita di bidang keterampilan dan kerajinan. Mereka disebut sebagai “Wanita Pengusaha di Bidang Keterampilan dan Kerajinan”, “Wanita Pendiri di Bidang Keterampilan dan Kerajinan”, “Ini- siatif Bebas Stereotip”, “Wanita Pengusaha untuk Usaha Ke- cil dan Menengah”, atau “Pusat Kompetensi Wanita Perajin”. Berbagai macam hadiah dan penghargaan juga ditujukan untuk menarik perhatian publik. Baik kompetisi foto untuk wanita perajin atau gelar seperti “Miss & Mister Handwerk” – semuanya ditujukan untuk menghadirkan “perspektif, krea- tivitas, dan kekuatan baru” dalam berbagai lokakarya, se- perti yang dikatakan oleh Isabelle Vivianne (@die.tischlerin), seorang perajin kayu dan pemberi pengaruh di bidang kete- rampilan dan kerajinan. Miss Handwerk Vivianne menyampaikan pendapatnya secara berkala, se- perti halnya dengan Katja Lilu Melder (@katja_lilu_melder), perajin dalam berbagai bidang, Miss Handwerk 2025, dan yang menobatkan dirinya sebagai “pembicara bidang kete- rampilan dan kerajinan”. “Fakta bahwa industri konstruksi masih dianggap sebagai bidang yang dikuasai kaum pria dan tidak memberi ruang bagi kaum wanita merupakan pola pikir yang menurut saya sudah ketinggalan zaman,” ujarnya. Tokoh panutan seperti Melder dan Vivianne meningkatkan citra bidang keterampilan dan kerajinan. Mereka memberi- kan ceramah dan lokakarya serta memposting di Instagram dan platform media sosial lainnya secara berkala. Luisa Buck (@lulu.metalroofer) dan Julia Schäfer (@tschulique), yang telah mendapatkan lebih dari satu juta pengikut, mela- kukan hal yang sama dengan slogan seperti “Bersikaplah cerdas, masuklah ke dunia konstruksi”. Namun, keduanya tidak hanya berhenti dengan memberikan pernyataan, tetapi juga mencoba memberikan argumen yang baik dan menawarkan wawasan nyata melalui video. Misalnya, Julia Schäfer menunjukkan bahwa kaum wanita tidak perlu takut terhadap pekerjaan fisik – demikian juga terhadap superioritas kaum pria – karena ada lebih banyak mesin pendukung daripada sebelumnya, dan kemajuan tek- nologi mempermudah banyak hal. Wanita masih menjadi minoritas dalam bidang keterampilan dan kerajinan – meskipun prospeknya sangat bagus. Mung- kin para pemberi pengaruh, dengan daya tarik dan laporan langsung mereka, bisa menghadirkan perubahan bagi peru- sahaan dan bengkel. 47